Bayi Bunda Jarang Pipis Ini Kemungkinan Penyebabnya

Bayi Bunda Jarang Pipis Jarang-jarang pipis pada bayi bukan keadaan yang dapat dipandang mudah. Masalahnya frekwensi pipis terkait kuat dengan keadaan mekanisme perkemihan. Urine atau pipis yang dikeluarkan oleh bayi adalah zat tersisa yang perlu dikeluarkan secara teratur.

Bayi disebutkan jarang-jarang pipis bila frekwensi berkemihnya kurang dari 3x dalam satu hari, tidak pipis benar-benar dalam kurun waktu 6 jam, atau jika jumlah urine kurang dari 1 ml/kg BB/jam. Maka bila berat tubuh (BB) bayi 7 kg, dia perlu keluarkan urine 7 ml per jamnya. Jika urinenya kurang dari jumlah itu, bayi peluang alami beberapa keadaan berikut ini: Bayi Bunda Jarang Pipis
Ginjal adalah organ yang berperan memfilter dan buang zat tersisa lewat urine. Jika peranan ginjal terusik, produksi urine bisa turun, hingga bayi nampak jarang-jarang pipis.
Factor genetik, cacat lahir, infeksi, luka, sampai penyakit tertentu menjadi pemicu berlangsungnya masalah pada ginjal bayi. Karena itu, jika Sang Kecil benar-benar tidak pipis atau nampak pipisnya amat sedikit walau sebenarnya minumnya cukup, dan badannya nampak membesar dan kulitnya nampak pucat, selekasnya kontrol ke dokter, ya.
Dehidrasi ialah pemicu bayi jarang-jarang pipis yang tersering, khususnya pada bayi berumur di bawah enam bulan. Dehidrasi dapat berlangsung waktu bayi alami demam, diare, muntah-muntah, atau muntaber. Keadaan dehidrasi dapat diikuti dengan menyusutnya frekwensi pipis bayi, yang bisa dijumpai dengan menyusutnya jumlah pergantian popok.
Jika Sang Kecil alami pertanda di atas, langkah pertama yang penting Bunda kerjakan ialah perbanyak frekwensi pemberian konsumsi cairan. Bila umumnya Sang Kecil menyusu tiap 3 jam, karena itu kerjakan tiap 30 menit.
Jika umur Sang Kecil telah di atas enam bulan, Bunda bisa memberinya oralit, terlebih bila sedang diare. Tetapi jika keadaan Sang Kecil tidak lebih baik dan dia makin malas untuk minum, Bunda disarankan untuk selekasnya mengantarnya ke dokter.
Masalah pada aliran kemih
Urine yang dibuat ginjal perlu melalui aliran kemih, sampai pada akhirnya dibuang keluar dari badan lewat uretra. Ada masalah di aliran ini, seperti sumbatan, infeksi, striktur (terciptanya jaringan ikat sebab ada luka), atau abnormalitas wujud, dapat mengusik frekwensi pipis dan jumlah urine bayi.
Bila disebabkan karena masalah pada aliran kemih, keluh kesah bayi jarang-jarang pipis dapat dibarengi beberapa tanda-tanda berikut ini: