Mengenal Manfaat CAPD dan Risikonya

Mengenal Manfaat CAPD Pasien yang jalani hemodialisis umumnya perlu bertandang minimum 3x ke rumah sakit atau klinik tiap minggunya. Setiap lawatan memerlukan waktu seputar 4 jam untuk proses hemodialisis. CAPD bisa dilaksanakan sendiri di dalam rumah tanpa memerlukan mesin hemodialisis, karena itu pasien tak perlu teratur bertandang ke rumah sakit atau klinik untuk bersihkan darah.

2. Perlengkapan yang dipakai untuk CAPD memiliki sifat portabel (gampang dibawa)
Perlengkapan CAPD umumnya cuman berbentuk kantong cairan dialisat, clip, dan kateter untuk menyalurkan cairan dialisat ke dalam rongga perut. Sebab gampang dibawa, CAPD memungkinkannya pemakainya lebih bebas melancong. CAPD lebih gampang dipakai oleh pasien yang tinggal jauh dari rumah sakit atau sarana kesehatan. Mengenal Manfaat CAPD

3. Larangan atau batas makanan pemakai CAPD semakin sedikit
Sebab proses bersihkan darah dengan CAPD dilaksanakan tiap hari dan tidak cuma 3x /minggu, pemakai CAPD biasanya akan mempunyai resiko lebih kecil alami penumpukan atau penimbunan kalium, natrium, dan cairan. Ini mengakibatkan pemakai CAPD dapat lebih fleksibel dalam mengendalikan konsumsi minuman dan makanan dibanding pemakai hemodialisis.
4. Peranan ginjal bisa bertahan semakin lama
Pemakai CAPD kemungkinan bisa menjaga peranan ginjal semakin lama dibanding pemakai hemodialisis.
5. Lebih bagus untuk jantung dan pembuluh darah
Dengan CAPD, pasien tidak berhasil ginjal bisa mengatur jumlah cairan pada tubuh dengan lebih bagus. Ini akan kurangi beban kerja jantung dan penekanan dalam pembuluh darah.
Resiko CAPD
Tiap proses klinis tentu mempunyai kekurangan. Maknanya, dibalik keunggulan CAPD sekali juga, sistem ini masih mempunyai resiko ke orang yang menjaringninya. Beberapa salah satunya ialah:
1. Infeksi
Tempat kulit di seputar kateter bisa terkena oleh bakteri bila kebersihannya kurang terbangun. Resiko berlangsungnya infeksi pada CAPD lumayan tinggi sebab pemakai perlu membuka-tutup kateter dan lakukan penggantian cairan dialisat secara teratur. Saat masuk, bakteri bisa mengontaminasi peritoneum dan mengakibatkan peritonitis. Tanda-tandanya berbentuk demam tinggi, sakit di perut, mual, muntah, dan cairan dialisat warna kotor.
2. Hernia
Pemakai CAPD akan meredam cairan dialisat dalam rongga perut untuk waktu lama. Keadaan ini memberi penekanan pada dinding perut. Penekanan yang terus-terusan akan mengakibatkan kekurangan pada dinding perut. Mengakibatkan, organ dalam perut, seperti usus, bisa mencolok keluar dan membuat hernia.
3. Kenaikan berat tubuh
Cairan dialisat memiliki kandungan gula yang disebutkan dekstrosa. Teresapnya cairan ini dengan jumlah yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan badan kelebihan kalori dan alami kenaikan berat tubuh. Ini dapat jadi memperburuk penyakit diabetes.
4. Dialisis tidak maksimal