7 Mitos tentang Keguguran Ini Perlu Bumil Ketahui Faktanya

7 Mitos tentang Keguguran Dogma keguguran membuat beberapa ibu hamil atau ibu yang lagi menyiapkan kehamilan jadi banyak takut. Ini tentu saja tidak bagus untuk kesehatan psikis mereka. Disamping itu, penekanan batin bisa juga mengganggu kesehatan janin.

Misalnya, ada dogma jika menebarkan informasi kehamilan di trimester pertama akan mengakibatkan keguguran. Ini bisa membuat ibu yang lagi hamil muda jadi disanggupi kekhawatiran, terlebih bila ada yang bertanya. Walau sebenarnya, malah di periode berikut ibu hamil perlu mendapatkan suport penuh. 7 Mitos tentang Keguguran

Di bawah ini ialah beberapa dogma lain mengenai keguguran dan kenyataannya:

1. Keguguran tidak bisa dihindari
Benar ada beberapa pemicu keguguran yang ada di luar kendalian ibu hamil. Namun, sesungguhnya ada beberapa hal yang dapat Bumil kerjakan untuk kurangi resiko keguguran, misalkan dengan stop merokok. Kenyataannya, resiko keguguran pada wanita perokok waktu hamil makin lebih tinggi.

2. Jika pernah keguguran, pasti keguguran kembali
Untuk ibu yang pernah keguguran 1 kali, peluang untuk keguguran kembali tidak menjadi lebih besar dari mulanya. Tetapi, resiko keguguran akan sedikit bertambah sesudah 2 kali keguguran.
Tenang saja, Bumil tak perlu cemas terlalu berlebih. Dengan pengiringan dokter yang pas, Bumil masih punyai kesempatan mempunyai bayi, bahkan juga sesudah 4 kali keguguran.
3. Keguguran disebabkan karena depresi
Walau banyak riset yang memperlihatkan jika depresi mempunyai hubungan dengan keguguran, masih belum tahu secara jelas jika depresi ialah pemicu khusus keguguran. Kenyataannya, pemicu keguguran yang terbanyak ialah abnormalitas jumlah kromosom atau janin tidak berkembang secara normal.
4. Pendarahan dan bintik darah waktu hamil mengisyaratkan keguguran
Saat alami pendarahan atau bintik darah waktu hamil, janganlah lekas cemas dan memandang jika hal tersebut ialah tanda keguguran. Kenyataannya, alami pendarahan waktu hamil ialah hal yang normal, khususnya di periode kehamilan trimester pertama.
Keadaan ini bahkan juga dirasakan oleh seputar 40% wanita hamil dan bukan mengisyaratkan kehamilan kurang sehat. Disamping itu, perlu Bumil kenali jika tidak seluruhnya keguguran alami pendarahan. Tanda dan keluh kesah keguguran dapat beragam pada setiap tipe keguguran.
5. Sakit sepanjang kehamilan bisa mengakibatkan keguguran
Penyakit biasa, seperti flu sampai sakit di perut, biasanya tidak mencelakakan bayi. Walau ada infeksi tertentu yang bisa tingkatkan resiko keguguran, misalkan Rubella, pada umumnya resiko keguguran karena infeksi virus atau bakteri relatif rendah.
6. Keguguran ialah hal yang jarang ada
Ini adalah dogma yang dapat membuat ibu hamil kurang waspada. Kenyataannya, Bumil perlu tetap jaga keadaan kehamilan secara baik. Masalahnya keguguran terhitung dalam kompleksitas kehamilan yang dapat dirasakan oleh seputar 10-25% ibu hamil.