August 14, 2022

Mengenal Tindakan Amniotomi Kantung ketuban berisi air ketuban dan plasenta. Peranan air dan kantung ketuban ialah membuat perlindungan janin dari bentrokan, luka, dan infeksi, jaga temperatur badan janin supaya masih normal, sekalian selaku tempat untuk janin untuk berkembang dan tumbuh saat sebelum dilahirkan.

Umumnya ibu hamil alami pecah air ketuban dengan alamiah atau pecah sendirinya, dan ini dipandang seperti penanda waktu persalinan telah diawali. Tetapi pada beberapa kasus, kantung ketuban belum pecah sampai waktu persalinan datang. Pada keadaan ini, dokter atau bidan umumnya akan merekomendasikan perlakuan amniotomi. Mengenal Tindakan Amniotomi

Disamping itu, perlakuan amniotomi umumnya dilaksanakan untuk:

1. Induksi atau mengawali persalinan
Amniotomi adalah salah satunya sistem induksi persalinan yang bagus. Arah dilaksanakan induksi persalinan ialah supaya kontraksi kandungan berlangsung dan proses persalinan diawali. Sistem ini bisa digabungkan dengan sistem induksi yang lain, seperti pemberian obat oksitosin melalui suntikan.
2. Perkuat kontraksi persalinan
Perlakuan amniotomi dapat dilaksanakan selaku sistem augmentasi persalinan, yakni proses menggairahkan kandungan supaya frekwensi, waktu, dan kemampuan kontraksi bertambah sesudah timbulnya kontraksi alami.
Sistem ini kerap kali dipakai untuk menangani persalinan lama yang bisa mencelakakan keadaan janin dan ibu hamil. Persalinan lama ini dapat muncul karena kontraksi kandungan tidak lumayan kuat untuk memperlebar jalan lahir atau sebab ukuran bayi begitu besar.
Disamping itu, amniotomi dapat dilaksanakan untuk menyingkat waktu persalinan, menahan kompleksitas karena proses persalinan yang kelamaan, dan untuk menghindar operasi caesar.
3. Mengawasi keadaan janin
Amniotomi kadang dibutuhkan untuk memantau keadaan janin dalam kandungan yang memerlukan pengawasan khusus. Pengawasan ini dilaksanakan lewat cara menempatkan elektroda pada janin, selanjutnya elektroda itu dihubungkan ke monitor.
Sesudah terhubung ke monitor, dokter bisa dengarkan detak jantung janin dan mengawasi akvititas janin lebih terang, hingga bisa tentukan tidak ada atau adanya abnormalitas pada janin mendekati persalinan.
4. Mengetahui kehadiran mekonium
Amniotomi bisa juga dilaksanakan untuk mengetahui adnya mekonium atau tinja janin di air ketuban. Perlakuan ini perlu dilaksanakan sebab mekonium yang tertelan oleh janin bisa mengakibatkan masalah pernafasan atau infeksi pada paru-paru bayi.
Walau mempunyai beberapa faedah, tidak seluruhnya ibu hamil memerlukan atau bisa jalani perlakuan amniotomi. Beberapa keadaan yang mengakibatkan ibu hamil tidak bisa jalani amniotomi ialah:
error: Content is protected !!