Ini Daftar Obat Tekanan Darah Tinggi yang Perlu Diketahui

Ini Daftar Obat Tekanan Hipertensi bisa tampil tanpa tanda-tanda dan kerap kali baru teridentifikasi waktu pengecekan kesehatan teratur (cek up). Penekanan darah tinggi yang tidak diobati bisa memunculkan beberapa kompleksitas, seperti penyakit jantung, kerusakan ginjal, dan stroke.

Penyakit penekanan darah tinggi disebabkan karena kombinasi faktor-faktor, yakni umur tua, factor turunan, dan pola hidup kurang sehat, seperti kebanyakan konsumsi garam, kurang olahraga, kerap depresi, atau merokok.

Disamping itu, keadaan atau penyakit tertentu, seperti kegemukan, diabetes, cholesterol tinggi, sampai masalah hormon, dapat mengakibatkan penekanan darah tinggi. Ini Daftar Obat Tekanan

Daftar Obat Penekanan Darah Tinggi yang Dapat Anda Tentukan
Buat menyembuhkan hipertensi dan jaga penekanan darah masih konstan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk lakukan pembaruan pola hidup, misalnya:

Tetapi jika pembaruan pola hidup gagal turunkan penekanan darah, dokter akan memberi resep beberapa obat untuk turunkan penekanan darah tinggi. Sepanjang konsumsi obat, pasien tentu saja tetap harus mengaplikasikan gaya hidup yang sehat.
Beberapa obat penekanan darah tinggi ini cukup bermacam dan terdiri dari beberapa macam, yakni:
1. Angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor)
ACE inhibitor bekerja lewat cara menghalangi produksi hormon angiotensin, yaitu hormon yang bisa menyempitkan pembuluh darah. Dengan obat ini, otot dinding pembuluh darah bisa menjadi santai dan melebar sedikit, hingga penekanan pada pembuluh darah menyusut.
ACE inhibitor umumnya diberi pada pasien berumur di atas 65 tahun atau pasien hipertensi yang mempunyai keadaan klinis lain, seperti penyakit jantung, tidak berhasil jantung, abnormalitas ginjal, dan diabetes.
Contoh obat ACE inhibitor yang kerap dipakai ialah captopril, enalapril, lisinopril, perindopril, dan ramipril. Efek dari obat ACE inhibitor diantaranya batuk kering, sakit di kepala, pusing, hiperkalemia, dan ruam kulit.
Obat penekanan darah tinggi yang ini dapat tingkatkan resiko berlangsungnya abnormalitas atau cacat pada janin bila dimakan oleh ibu hamil.
2. Angiotensin II receptor blocker (ARB)
ARB mempunyai dampak yang hampir serupa dengan ACE inhibitor, tetapi langkah kerja ke-2 kelompok obat ini berlainan. ARB merintangi kerja hormon angiotensin yang menyempitkan pembuluh darah, hingga pembuluh darah dapat diperluas supaya perputaran darah berjalan mulus sekalian turunkan penekanan darah.
Umumnya dokter akan memberi resep obat ini ke pasien yang tidak pas dengan obat hipertensi kelompok ACE inhibitor. Contoh obat ARB ialah candesartan, irbesartan, losartan, valsartan, dan olmesartan.